Keluarga Korban Di Amali Berharap Pelaku Di Hukum Mati - Lintas Nusantara News

Breaking

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda Di sini

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda Di sini

Kamis, 19 Maret 2020

Keluarga Korban Di Amali Berharap Pelaku Di Hukum Mati

BONE, LINUSNEWS.COM-- Insiden pembunuhan terjadi pada 26 september 2019 lalu di Kecamatan Amali, Muh Syah dan Kandung tewas dalam insiden tersebut. Diduga sengketa tanah yang menjadi Pemicu melayangnya dua nyawa sekaligus.

Tak menunggu lama, 3 orang diduga pelakupun ditangkap, mereka ialah Hamsa, Kasse dan Elly.
Meski para Pelaku sudah ditahan, namun keluarga korban resah, mereka khawatir para terdakwa nantinya akan divonis ringan.

" Ada informasi yang beredar dari mulut ke mulut di kamPung jika keluarga terdakwa berupaya mengamankan, katanya para pelaku hanya akan dikenakan hukuman kurang lebih 5 tahun, padahal pembunuhan tersebut terkesan direncanakan, aPalagi masalah tanah ini sudah berlarut - larut dan tidak ada  Penyelesaian, sementara kami kan ada bukti beruPa sertiPikat " Kata Idar, anak korban didampingi Maslan sang suami, Kamis 19 Maret 2020.

Maslan yang merupakan saksi mata menceritakan, insiden berawal ketika dirinya dan ke-2 mertuanya tengah memasang pagar batas tanah. Terduga pelaku Messa datang melihat tanpa mengucapkan apa apa lalu pergi. Tak lama berselang datang Kasse dan Elli.

" Tak lama, Messa kembali lagi menyusul Kasse dan Elli, sambil membawa senjata tajam (parang), dia langsung menyerang Muh Syah hingga meninggal, melihat kejadian itu saya kaget dan lari, disusul Kandung yang ternyata juga sudah luka parah, dia kemudian meninggal tak lama setelahnya, " Terang Maslan.

" Sebelum meninggal, Kandung yang saat itu terluka parah mengatakan bahwa dia dikeroyok oleh ke-3 pelaku, terkait hal itu kami mohon keadilan, pelaku harus dihukum seberat-beratnya, kalau bisa seumur hidup, " Sambung Idar.

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone di Pompanua, Fakhrul Faisal, SH MH meminta agar keluarga korban tak terpancing dengan adanya informasi tersebut.

" Info itu tak benar, saya khawatir ada oknum sengaja menyebarkan isu demi kepentingan pribadi. Justru dalam dakwaan, kami masukkan 3 pasal sebagai alternatif, yakni pasal 170, 338 dan 340, nanti kita lihat fakta persidangan, pasal berapa yang akan dikenakan, " Kata Faisal.

" Kalau perlu, keluarga korban boleh hadir nonton saat sidang para terdakwa supaya jangan lagi ada kekhawatiran seperti itu, saya minta semua tenang dan serahkan pada proses hukum berjalan, " Tambahnya

Penulis : A.Arman
Editor : Dewi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Pasang Iklan Anda Di sini